Rommy Djami
Tahun lalu, saat pertama kali mendengar Christopher Nolan
akan menjadi produser Man of Steel, saya langsung curiga siapa yang akan
mengomposisi musik score dari film ini. Seperti yang diduga, rumor tentang ikutnya
Hans Zimmer dalam MOS pun tersiar di berbagai media. Tapi rumor itu kemudian
dibantah sendiri oleh sang musisi. Yah, tidak apa-apa, kata saya dalam hati.
Mungkin kali ini Chris ingin menunjukkan kalau dia bisa bekerjasama dengan
orang lain.
Tapi (lagi),,, beberapa minggu kemudian, Tim MOS mengabarkan
kalau Hans Zimmer resmi menjadi komposer film Superman mereka ini. Saat itu
juga langsung dikatakan kalau Zimmer akan menguatkan visi mereka tentang
Superman yang 'baru' dengan menghapus musik tema Superman milik John Williams
yang sudah amat melekat pada sosok Superman di mata para penggemarnya. Hans
Zimmer pun mengaku 'stres' karena harus melakukan pekerjaannya William. Beda
dengan John Ottman, komposer Superman Returns - yang masih menggunakan 'Superman
March' milik Williams - Hans Zimmer harus mengerjakan semuanya dari
nol...seolah tidak pernah ada film dan musik bertema Superman sebelumnya.
Seolah dunia belum tahu Superman. (Bahkan mungkin) seolah Jerry Siegel dan Joe
Shuster (pencipta Superman) tidak pernah terpikir akan Superman. Itu yang
membuat Zimmer merasa tidak pantas masuk dalam projek ini.
Untuk menyemangati musisi brilian yang sedang galau itu,
Zack Snyder pun menyatakan kalau Zimmer adalah salah satu musisi yang
berpengaruh di abad ini, minimal di kalangan Hollywood. Dan kalau ada orang
yang bisa menggantikan posisi Williams di dunia film score, Zimmer-lah
orangnya. Dalam hati saya setuju 'Ya! Betul sekali!', Zimmer dan Williams bagai
Bulan dan Bintang - Mereka berkuasa di waktu yang berbeda. Williams sudah
memiliki masa kejayaannya. Sekarang Zimmer, tak bisa disangkal, memiliki jam
terbang yang lebih banyak di film-film blockbuster. Apalagi Zimmer sukses
mengomposisi musik yang mengiringi perjalanan epik trilogi The Dark Knight -
dengan menghapus musik ikonik 'Batman Theme'-nya Danny Elfman yang bertahan di
telinga penggemar Batman dari tahun '89 sampai awal tahun 2005. Zimmer yang
sempat diragukan akan berhasil - bahkan disebut 'berani-beraninya!' -
mempresentasikan sosok Batman dengan musik baru akhirnya dipuji-puji setelah
album Batman Begins keluar. Dari trilogi inilah, DC dan Snyder (serta tentunya
Nolan) merasa Zimmer tidak perlu diragukan lagi dalam hal me-reboot musik tema
Superhero DC. DIA PASTI BISA!
Pertanyaannya: BETULKAH HANS ZIMMER BISA?
| Man of Steel - Deluxe Edition |
Ingat pertama kali menyaksikan Man of Steel Official Trailer
#2, musik komposer Craig Armstrong benar-benar menyatu dengan adegan-adegan di
dalamnya, megah dan dramatis. Saya berharap Zimmer akan membuat musik yang
kira-kira agak mirip dengan ini. Kemudian saya download lagi Trailer #3.
Apresiasi saya terhadap adegan-adegan action yang lebih banyak cukup tinggi,
tapi mendengar musiknya? Saya agak kecewa. Entah kenapa bunyi-bunyian
perkusinya terdengar berlebihan dan nada yang dimainkan string-nya tidak memorable. Saya langsung mencari tahu
tentang musik siapa yang WB pakai untuk trailer mereka ini. Yang saya dapat
kemudian adalah judulnya: An Ideal of
Hope, dan komposernya: TENG! TONG!
HANS ZIMMER!
Apa ini??? Bisa-bisanya Hans Zimmer buat musik seperti itu? Saya
pun mencoba mendengar musiknya sekali lagi… Sial (atau untung, saya tidak
tahu), telinga ini agak subjektif menilai musik. Begitu tahu kalau ini musiknya
Hans Zimmer, saya langsung suka mendengarnya berulang-ulang. Yang jelas, begitulah reaksi saya pertama
kali kalau saja saya tidak tahu kalau musik itu buatannya Hans Zimmer: Jelek.
Tapi itu tidak jadi patokan. Setelah menunggu 2 minggu setelah filmnya keluar,
akhirnya saya bisa mendengar score Man of Steel satu album penuh, dengan tambahan
Deluxe Edition, yang mengambil waktu
hampir 2 jam untuk didengar. Agak lucu mengingat Zimmer yang tadinya merasa tak
pantas sekarang justru seperti sangat bersemangat mengerjakan score ini. Sambil
mulai mendengar track pertama, saya berharap Zimmer salah akan ucapannya
tentang ‘tak pantas’.
Look to the Stars menjadi track pembuka. Main theme sosok Kal-El
langsung diperkenalkan. Jauh berbeda dengan Superman
March. Seolah mengatakan: “Selamat jalan, Williams… Terima kasih untuk musikmu
selama ini, sekarang aku punya yang baru.” Beda dengan musik Williams yang
mudah dicerna anak-anak (yang selama ini pandangan jadi patokan tentang
Superman), musik Zimmer terdengar gelap, serius sdan DEWASA. Tidak kaget kalau motifnya
menyerupai Trilogi The Dark Knight. Bedanya kali ini ada choir perempuan yang membuatnya
lebih halus. Cukup baik untuk mengimajinasikan bayi Kal-El yang ditimang ibunya
saat masih di Krypton.
Oil Rig – Perkusi terdengar megah, hanya saja, tidak original.
Pukulan-pukulan perkusi seperti itu sering saya dengar. Seperti Resurrection
dari The Passion of the Christ dan Two Worlds-nya Tarzan. Jelas ini
mengecewakan.
Sent Here for a Reason dan DNA adalah dua track yang ingin
sekali saya lewatkan karena menggunakan motif nada yang sama dari dua track
sebelumnya. Sent Here for a Reason didominasi
oleh string dan ambient yang dimainkan perlahan, sementara DNA terdengar lebih agresif dengan perkusinya.
Goodbye My Son, lagu yang sangat indah. Horn yang memainkan motif
utama sangat bagus, halus dan dramatis.
If You Love These People adalah salah satu track favorit saya.
Dimulai dengan brass, lalu perkusi yang terus bermain tanpa henti, kemudian
disusul dengan string dan choir. Sangat menyentuh. Seolah perkusinya menggedor-gedor
jantung, sementara string dan choir membuat hati tenang. Jadi mau deg-degan
atau tenang??? Perasaan jadi kacau, terbawa emosi lagu – dan belum sempat
memikirkan apa yang akan kita pilih, tiba-tiba alunan gitar listrik yang hampir
memiliki kharisma Dream Theatre mencampur
kedua perasaan itu: membuat musik semakin megah. Musik ini selalu bertahan lama
di pikiran saya setelah mendengarnya.
Krypton’s Last – sedih, pasti itu intinya. Tapi tiba-tiba saja
saya kok teringat dengan Science and Religion dari Angels and
Demons? Agak mirip, begitu menurut saya. Hilangkan ingatan itu, dan dengar solo
violin-nya yang bekerja sangat baik dalam mengantar musnahnya Krypton.
Terraforming. Di The Dark Knight, pernah ada kritik yang mengecam
Why
So Serious yang disebutnya “[lagu berdurasi] 9 menit dalam hidupmu yang
tak akan pernah ingin kauulangi.” Saya tidak setuju untuk Why So Serious, tapi untuk Terraforming,
maaf untuk bilang kalau Hans Zimmer seperti memaksakan durasi musik itu harus 9
menit – padahal nada yang dipakainya berulang-ulang dan terlampau sederhana. Kalau
saja motif nada yang sama tidak dimainkan lebih dari satu bar, mungkin jadinya hanya
akan berdurasi 4 menit – dan itu jauh lebih berharga.
Tornado sendiri hanyalah musik bertema aksi yang lainnya.
Perkusi lagi-lagi terdengar dominan. Bayangan Last Samurai muncul di benak saya, hanya saya masih berusaha
mengingat judul track-nya. Begitu saya hampir ingat judulnya, Zimmer langsung mengubah
musiknya ke solo piano yang memainkan main theme Kal-El. “Hampir didapat” -_-
You Die or I Do. Track favorit kedua saya. Musik aksinya –lah
yang terus saya ingat. Sejak motif perkusi yang sebenarnya sudah sering
terdengar dari track-track sebelumnya, lalu disusul dengan motif perkusi yang
berbeda – saya yakin motif ini untuk Zod, karena terdengar sangat jahat. Setelah
itu, musik ini pun diakhiri dengan action
theme yang sebentar namun luar biasa.
Launch dan Ignition tidak terlalu memberi kesan
yang luar biasa. Patut untuk dilewatkan.
I Will Find Him – Sekarang musik tema Zod yang mengambil alih. Action Theme yang ada di akhir You Die or I Do juga kembali terdengar –
kali ini agak lebih panjang, membuat saya bisa puas angguk-angguk kepala lebih
lama daripada saat mendengar You Die or I
Do.
This is Clark Kent dan I Have So Many Question terdengar
seperti pelengkap album. Motif-motif yang sama kembali terdengar tanpa ada
pengembangan. Ya, saya yakin bahkan Komposer tenar pun punya saat jenuh.
Flight! Judul aslinya tidak memakai tanda seru, itu hanya alat
penegas kalau track yang satu ini betul-betul saya rekomendasi untuk didengar
jauh di atas track lainnya. 4 menit yang sangat berharga ini dimulai dengan
brass dan string, kemudian gitar listrik kembali bermain. Lalu perkusi ikut-ikut
memecah suasana. Setelah musik berhenti sebentar lalu memainkan sedikit
dentingan piano, string dan gumaman perempuan secara perlahan, tiba-tiba seperti
ada yang bilang “Ah, lamaa…” dan orchestra kembali bangkit dengan motif nada
yang tak bisa dibayangkan. Perkusi dipukul dengan cara yang agresif, bahkan
terkesan tidak sabaran… Saya tidak tahu
lagi bagaimana cara menggambarkan lagu yang satu ini dengan tulisan. Yang
pasti, seperti judulnya, Anda akan berpikir ingin sekali merasakan sensasi
terbang jika mendengar FLIGHT.
What Are You Going to Do When You Are Not Saving the World –
Ini dia lagu yang dipakai trailer #3 yang sempat membuat saya ragu akan kemegahan
Man of Steel. Tapi sekarang saya sudah tidak ragu lagi, dan mendengar track
yang satu ini, saya justru ketagihan. Sebagai penutup dari CD pertama Soundtrack
MAN OF STEEL, lagu ini cukup memberi kenangan manis bagi saya.
Untuk CD kedua, track pertama Man of Steel (Hans Zimmer’s
Original Sketchbook) terasa sangat tidak perlu karena hampir semua nada
yang ada di dalamnya sudah kita dengar di CD1, bahkan aransemennya lebih bagus
daripada track berdurasi 28 menit ini. Are You Listening, Clark? Lewatkan
saja. General Zod, maaf kalau harus dibandingkan dengan Bane,
musik Zod tidak ada apa-apanya. You Led Us Here memberikan kita
orkestra string yang megah, This is Madness terus-terusan memainkan
perkusi dan Earth sepertinya ingin saya mengingat The Bible. Sementara itu,
Arcade:
Action Theme favorit saya dimainkan jauh
lebih lama daripada You Die or I Do dan
I Will Find Him. Angguk kepala terus!
Hanya saja tidak layak menjadi track penutup CD kedua – yang secara tidak
langsung menjadi penutup dari keseluruhan album MAN OF STEEL. Asik tapi mengecewakan.
Pada kesimpulannya, Hans Zimmer sudah berusaha melakukan apa
yang DC inginkan – membuat Superman yang baru. Itu berhasil! Man of Steel mendapatkan
visinya. Sayangnya, Zimmer bagai termakan masa lalu dan sosok Superman yang
berotot. Masa lalu membuatnya tak bisa lepas dari nada-nada score film lain
yang pernah dibuatnya – sementara sosok Superman memengaruhinya untuk membuat full action score, sampai orkestra
drum-nya kadang terdengar berlebihan. Mudah bagi Zimmer menghapus musik
Superman buatan orang lain, tapi sangat sulit baginya menghapus musik Batman
buatannya sendiri. Bahkan selesai mendengar seluruh album, saya baru ingat
kalau Superman punya Lois Lane. Tidak ada satu trackpun dari album yang
menggambarkan keromantisan hubungan Superman dan Lois!
Tidak masalah kalau Hans Zimmer membuat banyak kesalahan di
album ini. Superman memang bukan karakter yang mudah. Dia sangat dicintai dan
diingat akan karismanya selama bertahan-tahun. Jadi tidak heran kalau ide untuk
mem-‘permak’-nya menjadi sosok yang baru sangat sulit dilakukan.
**********
6/10
Tidak ada komentar:
Posting Komentar