Kamis, 05 September 2013

Ulasan Soundtrack MAN OF STEEL - Hans Zimmer

Rommy Djami

Tahun lalu, saat pertama kali mendengar Christopher Nolan akan menjadi produser Man of Steel, saya langsung curiga siapa yang akan mengomposisi musik score dari film ini. Seperti yang diduga, rumor tentang ikutnya Hans Zimmer dalam MOS pun tersiar di berbagai media. Tapi rumor itu kemudian dibantah sendiri oleh sang musisi. Yah, tidak apa-apa, kata saya dalam hati. Mungkin kali ini Chris ingin menunjukkan kalau dia bisa bekerjasama dengan orang lain.

Tapi (lagi),,, beberapa minggu kemudian, Tim MOS mengabarkan kalau Hans Zimmer resmi menjadi komposer film Superman mereka ini. Saat itu juga langsung dikatakan kalau Zimmer akan menguatkan visi mereka tentang Superman yang 'baru' dengan menghapus musik tema Superman milik John Williams yang sudah amat melekat pada sosok Superman di mata para penggemarnya. Hans Zimmer pun mengaku 'stres' karena harus melakukan pekerjaannya William. Beda dengan John Ottman, komposer Superman Returns - yang masih menggunakan 'Superman March' milik Williams - Hans Zimmer harus mengerjakan semuanya dari nol...seolah tidak pernah ada film dan musik bertema Superman sebelumnya. Seolah dunia belum tahu Superman. (Bahkan mungkin) seolah Jerry Siegel dan Joe Shuster (pencipta Superman) tidak pernah terpikir akan Superman. Itu yang membuat Zimmer merasa tidak pantas masuk dalam projek ini.

Untuk menyemangati musisi brilian yang sedang galau itu, Zack Snyder pun menyatakan kalau Zimmer adalah salah satu musisi yang berpengaruh di abad ini, minimal di kalangan Hollywood. Dan kalau ada orang yang bisa menggantikan posisi Williams di dunia film score, Zimmer-lah orangnya. Dalam hati saya setuju 'Ya! Betul sekali!', Zimmer dan Williams bagai Bulan dan Bintang - Mereka berkuasa di waktu yang berbeda. Williams sudah memiliki masa kejayaannya. Sekarang Zimmer, tak bisa disangkal, memiliki jam terbang yang lebih banyak di film-film blockbuster. Apalagi Zimmer sukses mengomposisi musik yang mengiringi perjalanan epik trilogi The Dark Knight - dengan menghapus musik ikonik 'Batman Theme'-nya Danny Elfman yang bertahan di telinga penggemar Batman dari tahun '89 sampai awal tahun 2005. Zimmer yang sempat diragukan akan berhasil - bahkan disebut 'berani-beraninya!' - mempresentasikan sosok Batman dengan musik baru akhirnya dipuji-puji setelah album Batman Begins keluar. Dari trilogi inilah, DC dan Snyder (serta tentunya Nolan) merasa Zimmer tidak perlu diragukan lagi dalam hal me-reboot musik tema Superhero DC. DIA PASTI BISA!

Pertanyaannya: BETULKAH HANS ZIMMER BISA?

Man of Steel - Deluxe Edition
Ingat pertama kali menyaksikan Man of Steel Official Trailer #2, musik komposer Craig Armstrong benar-benar menyatu dengan adegan-adegan di dalamnya, megah dan dramatis. Saya berharap Zimmer akan membuat musik yang kira-kira agak mirip dengan ini. Kemudian saya download lagi Trailer #3. Apresiasi saya terhadap adegan-adegan action yang lebih banyak cukup tinggi, tapi mendengar musiknya? Saya agak kecewa. Entah kenapa bunyi-bunyian perkusinya terdengar berlebihan dan nada yang dimainkan string-nya tidak memorable. Saya langsung mencari tahu tentang musik siapa yang WB pakai untuk trailer mereka ini. Yang saya dapat kemudian adalah judulnya: An Ideal of Hope, dan  komposernya: TENG! TONG! HANS ZIMMER!

Apa ini??? Bisa-bisanya Hans Zimmer buat musik seperti itu? Saya pun mencoba mendengar musiknya sekali lagi… Sial (atau untung, saya tidak tahu), telinga ini agak subjektif menilai musik. Begitu tahu kalau ini musiknya Hans Zimmer, saya langsung suka mendengarnya berulang-ulang.  Yang jelas, begitulah reaksi saya pertama kali kalau saja saya tidak tahu kalau musik itu buatannya Hans Zimmer: Jelek. Tapi itu tidak jadi patokan. Setelah menunggu 2 minggu setelah filmnya keluar, akhirnya saya bisa mendengar score Man of Steel satu album penuh, dengan tambahan Deluxe Edition, yang mengambil waktu hampir 2 jam untuk didengar. Agak lucu mengingat Zimmer yang tadinya merasa tak pantas sekarang justru seperti sangat bersemangat mengerjakan score ini. Sambil mulai mendengar track pertama, saya berharap Zimmer salah akan ucapannya tentang ‘tak pantas’.

Look to the Stars menjadi track pembuka. Main theme sosok Kal-El langsung diperkenalkan. Jauh berbeda dengan Superman March. Seolah mengatakan: “Selamat jalan, Williams… Terima kasih untuk musikmu selama ini, sekarang aku punya yang baru.” Beda dengan musik Williams yang mudah dicerna anak-anak (yang selama ini pandangan jadi patokan tentang Superman), musik Zimmer terdengar gelap, serius sdan DEWASA. Tidak kaget kalau motifnya menyerupai Trilogi The Dark Knight. Bedanya kali ini ada choir perempuan yang membuatnya lebih halus. Cukup baik untuk mengimajinasikan bayi Kal-El yang ditimang ibunya saat masih di Krypton.

Oil Rig – Perkusi terdengar megah, hanya saja, tidak original. Pukulan-pukulan perkusi seperti itu sering saya dengar. Seperti Resurrection dari The Passion of the Christ dan Two Worlds-nya Tarzan. Jelas ini mengecewakan.

Sent Here for a Reason dan DNA adalah dua track yang ingin sekali saya lewatkan karena menggunakan motif nada yang sama dari dua track sebelumnya. Sent Here for a Reason didominasi oleh string dan ambient yang dimainkan perlahan, sementara DNA terdengar lebih agresif dengan perkusinya.

Goodbye My Son, lagu yang sangat indah. Horn yang memainkan motif utama sangat bagus, halus dan dramatis.

If You Love These People adalah salah satu track favorit saya. Dimulai dengan brass, lalu perkusi yang terus bermain tanpa henti, kemudian disusul dengan string dan choir. Sangat menyentuh. Seolah perkusinya menggedor-gedor jantung, sementara string dan choir membuat hati tenang. Jadi mau deg-degan atau tenang??? Perasaan jadi kacau, terbawa emosi lagu – dan belum sempat memikirkan apa yang akan kita pilih, tiba-tiba alunan gitar listrik yang hampir memiliki kharisma Dream Theatre mencampur kedua perasaan itu: membuat musik semakin megah. Musik ini selalu bertahan lama di pikiran saya setelah mendengarnya.

Krypton’s Last – sedih, pasti itu intinya. Tapi tiba-tiba saja saya kok teringat dengan Science and Religion dari Angels and Demons? Agak mirip, begitu menurut saya. Hilangkan ingatan itu, dan dengar solo violin-nya yang bekerja sangat baik dalam mengantar musnahnya Krypton.

Terraforming. Di The Dark Knight, pernah ada kritik yang mengecam Why So Serious yang disebutnya “[lagu berdurasi] 9 menit dalam hidupmu yang tak akan pernah ingin kauulangi.” Saya tidak setuju untuk Why So Serious, tapi untuk Terraforming, maaf untuk bilang kalau Hans Zimmer seperti memaksakan durasi musik itu harus 9 menit – padahal nada yang dipakainya berulang-ulang dan terlampau sederhana. Kalau saja motif nada yang sama tidak dimainkan lebih dari satu bar, mungkin jadinya hanya akan berdurasi 4 menit – dan itu jauh lebih berharga.

Tornado sendiri hanyalah musik bertema aksi yang lainnya. Perkusi lagi-lagi terdengar dominan. Bayangan Last Samurai muncul di benak saya, hanya saya masih berusaha mengingat judul track-nya. Begitu saya hampir ingat judulnya, Zimmer langsung mengubah musiknya ke solo piano yang memainkan main theme Kal-El. “Hampir didapat” -_-

You Die or I Do. Track favorit kedua saya. Musik aksinya –lah yang terus saya ingat. Sejak motif perkusi yang sebenarnya sudah sering terdengar dari track-track sebelumnya, lalu disusul dengan motif perkusi yang berbeda – saya yakin motif ini untuk Zod, karena terdengar sangat jahat. Setelah itu, musik ini pun diakhiri dengan action theme yang sebentar namun luar biasa.

Launch dan Ignition tidak terlalu memberi kesan yang luar biasa. Patut untuk dilewatkan.

I Will Find Him – Sekarang musik tema Zod yang mengambil alih. Action Theme yang ada di akhir You Die or I Do juga kembali terdengar – kali ini agak lebih panjang, membuat saya bisa puas angguk-angguk kepala lebih lama daripada saat mendengar You Die or I Do.

This is Clark Kent dan I Have So Many Question terdengar seperti pelengkap album. Motif-motif yang sama kembali terdengar tanpa ada pengembangan. Ya, saya yakin bahkan Komposer tenar pun punya saat jenuh.

Flight! Judul aslinya tidak memakai tanda seru, itu hanya alat penegas kalau track yang satu ini betul-betul saya rekomendasi untuk didengar jauh di atas track lainnya. 4 menit yang sangat berharga ini dimulai dengan brass dan string, kemudian gitar listrik kembali bermain. Lalu perkusi ikut-ikut memecah suasana. Setelah musik berhenti sebentar lalu memainkan sedikit dentingan piano, string dan gumaman perempuan secara perlahan, tiba-tiba seperti ada yang bilang “Ah, lamaa…” dan orchestra kembali bangkit dengan motif nada yang tak bisa dibayangkan. Perkusi dipukul dengan cara yang agresif, bahkan terkesan tidak sabaran…  Saya tidak tahu lagi bagaimana cara menggambarkan lagu yang satu ini dengan tulisan. Yang pasti, seperti judulnya, Anda akan berpikir ingin sekali merasakan sensasi terbang jika mendengar FLIGHT.

What Are You Going to Do When You Are Not Saving the World – Ini dia lagu yang dipakai trailer #3 yang sempat membuat saya ragu akan kemegahan Man of Steel. Tapi sekarang saya sudah tidak ragu lagi, dan mendengar track yang satu ini, saya justru ketagihan. Sebagai penutup dari CD pertama Soundtrack MAN OF STEEL, lagu ini cukup memberi kenangan manis bagi saya.

Untuk CD kedua, track pertama Man of Steel (Hans Zimmer’s Original Sketchbook) terasa sangat tidak perlu karena hampir semua nada yang ada di dalamnya sudah kita dengar di CD1, bahkan aransemennya lebih bagus daripada track berdurasi 28 menit ini. Are You Listening, Clark? Lewatkan saja. General Zod, maaf kalau harus dibandingkan dengan Bane, musik Zod tidak ada apa-apanya. You Led Us Here memberikan kita orkestra string yang megah, This is Madness terus-terusan memainkan perkusi dan Earth sepertinya ingin saya mengingat The Bible. Sementara itu, Arcade: Action Theme favorit saya dimainkan jauh lebih lama daripada You Die or I Do dan I Will Find Him. Angguk kepala terus! Hanya saja tidak layak menjadi track penutup CD kedua – yang secara tidak langsung menjadi penutup dari keseluruhan album MAN OF STEEL. Asik tapi mengecewakan.

Pada kesimpulannya, Hans Zimmer sudah berusaha melakukan apa yang DC inginkan – membuat Superman yang baru. Itu berhasil! Man of Steel mendapatkan visinya. Sayangnya, Zimmer bagai termakan masa lalu dan sosok Superman yang berotot. Masa lalu membuatnya tak bisa lepas dari nada-nada score film lain yang pernah dibuatnya – sementara sosok Superman memengaruhinya untuk membuat full action score, sampai orkestra drum-nya kadang terdengar berlebihan. Mudah bagi Zimmer menghapus musik Superman buatan orang lain, tapi sangat sulit baginya menghapus musik Batman buatannya sendiri. Bahkan selesai mendengar seluruh album, saya baru ingat kalau Superman punya Lois Lane. Tidak ada satu trackpun dari album yang menggambarkan keromantisan hubungan Superman dan Lois!

Tidak masalah kalau Hans Zimmer membuat banyak kesalahan di album ini. Superman memang bukan karakter yang mudah. Dia sangat dicintai dan diingat akan karismanya selama bertahan-tahun. Jadi tidak heran kalau ide untuk mem-‘permak’-nya menjadi sosok yang baru sangat sulit dilakukan.


**********
6/10

Tidak ada komentar:

Posting Komentar